PkM Dosen F.Sainstek USN Kolaka Berantas Buta Huruf Anak Usia Dini (19 Nov 20)

KABAENA BARAT, BOMBANA, SULAWESI TENGGARA – Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) Fakultas Sains dan Teknologi USN Kolaka mengadakan program pemberantasan buta huruf kepada anak usia dini di Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Program kegiatan tersebut berlangsung tanggal 16 November 2020.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh beberapa orang dosen dalam lingkup Fakultas Sains dan Teknologi (F.Sainstek) dengan melibatkan mahasiswa (i) dari Prodi Teknik Sipil dan Teknik Pertambangan. Kegiatan pengabdian ini bekerjasama dengan pengelola Ruang Baca Laica Abbacaang yang merupakan ruang baca yang ada di daerah tersebut.

Bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu memberikan pendampingan edukasi berupa pengetahuan dan strategi membaca, menulis dan menghitung, serta membaca Alquran bagi anak usia dini disekitar wilayah itu.

Menurut Ketua kegiatan PkM Rina Rembah, S.T., M.T. yang juga Dosen Teknik Pertambangan, program pemberantasan buta huruf pada anak usia dini ini ditujukan untuk mengurangi tingkat buta huruf pada anak usia dini di lingkungan sekitar ruang baca Laica Abbacaang yang telah berdiri lama namun kurang minat baca dari anak-anak didaerah itu.

“Upaya yang dapat kita dilakukan dalam pemberantasan buta huruf melalui kegiatan ini menekankan pada kondisi anak usia dini belajar dengan berbagai latar belakang yang berbeda.” tambahnya dalam pesannya sebelum tim berangkat ke lokasi.

Pembelajaran kepada pemberantasan buta huruf dikemas sedemikian rupa agar anak usia dini dapat belajar dengan nyaman.

Untuk itu, dosen pelaksana kegiatan PkM ini mengatakan bahwa pemberantasan buta huruf anak usia dini bukan tanggung jawab orang perorangan tapi merupakan tanggung jawab kita bersama.

“Dalam hal ini pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan, LSM, khususnya ruang baca Laica Abbacaang dan masyarakat sekitar harus mempunyai kemauan untuk keluar dari lingkaran buta huruf yang menyengsarakan,” kata Hasriyanti, S.T., M.T., dalam imbauannya.

Nurfasiha, S.T., M.T. menambahkan “Pemberian Motivasi Belajar yang tinggi dilakukan dengan memberikan wejangan-wejangan sebelum dan atau sesudah pertemuan dimulai. Tujuannya adalah untuk menjaga motivasi belajar anak-anak usia dini agar aktif datang ke ruang baca dan memenuhi target seperti yang diharapkan.”

Melalui kegiatan PKM tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat sekitar ruang baca Laica Abbacaang khususnya anak usia dini untuk menumbuhkan minat bacanya dan membantu pemerintah dalam memberantas buta huruf di wilayah pesisir.

Output yang diharapkan dari kegiatan PKM ini dapat menghasilkan buku ajar, video dan jurnal tentang strategi pemberantasan buta huruf yang dapat digunakan dengan baik dan menumbuhkan minat baca yang tinggi bagi anak usia dini.

“Semoga luaran atau output dari kegiatan PkM ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan kalangan akademisi,” kata Rina Rembah menutup sesi diskusi. (Thur_RR)